Bad service in Pizza Hut & Ngopi Doeloe






Hari Sabtu kemarin, akhirnya untuk pertama kalinya saya naik gunung...Petualangan kali ini diikuti oleh 9 orang; saya, Mae, Fanny, Aruna, Bonong, Dadank, Bayu (Udjo), Vidya, dan Intan. Bisa dikatakan petualangan kami kali ini tergolong unexpected. Selain karena baru direncanakan sekitar semingguan sebelum berangkat, juga karena kebanyakan dari kami, anggota tim ekspedisi, belum pernah naik gunung sebelumnya...
Jam setengah tujuh pagi keesokan harinya, petualangan dimulai. Awal perjalanan track-nya cenderung gampang, jam 9 kami udah sampe di pemberhentian pertama: Air terjun Cibeureum. Karena kebetulan waktu itu adalah hari Minggu, jadinya air terjun rame bener! Kebanyakan dipenuhi pengunjung yang tek-tok, alias kagak berniat nge-camp...





Yang paling berkesan dari pengalaman saya naik gunung kemarin adalah adat para pendaki-nya. Tiap kita berpapasan dengan pendaki yang lain, kita pasti saling ber-tegur sapa, biarpun kita nggak saling kenal. Whew, cuman di gunung doank nih kita bisa negor orang yang ga dikenal....kalo di kota sih pasti disangka sok asik....hahahaha!
Gue (ampe sekarang) masih penasaran banget pengen merebut juara satu dan mendapat julukan 'The Biggest Brain'....Hahahaha!
Agh! Siapa sih ni developer-nya? Hahaha!
Semalem, kebetulan gue nonton 'Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional' di tv bareng dua kawan gue, sebut aja S & N (nama sengaja disamarkan). Tiba-tiba terjadi debat antara orang-orang yg paham nasionalisme-nya rendah ini:
Bahkan, di blog ini jauh lebih komplit lagi mengupas tuntas tentang sejarah bendera Indonesia...Dan untuk masalah arti warna juga ada:Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih.
Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.
Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.
Di jaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.
Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda.
Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.
Phew! Baru tau gue....Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.
Memenuhi ajakan temen gue, hari ini gue menghadiri sebuah diskusi panel bertemakan 'Mampukah VoIP menembus pasar bisnis telekomunikasi di Indonesia?'. Awalnya gue agak males buat ikut, tapi karena diiming-imingi discount 50%, akhirnya hati gue tergerak juga. Hahaha!
Jadi kejadiannya itu berlangsung pas solat Jum'at tadi. Karena kebetulan pagi ini gue ga ke kampus, jadinya gue solat Jum'at di deket kosan gue. Seperti biasa masjid kecil itu dipenuhi banyak orang. Saking penuhnya, saat para jemaah keluar mesjid pun mesti antri & berdesak-desak sekedar untuk ngambil sendal dan pergi. Entah bagaimana kejadian detailnya, tapi untuk ngambil sendal, gue mesti & terpaksa membungkukkan badan gue. Sesaat gue sedang membungkukkan badan, tiba-tiba ada sebuah tangan yang 'menyentuh' bokong gue. *$#@! Gue pun tersentak! Agh! Saat gue menoleh ke belakang pun gue ga yakin siapa oknum yang melakukan pelecehan itu. Gue kira itu cuman kerjaan temen gue yang iseng, tapi gue ga melihat seorang pun yang gue kenal di kerumunan orang di belakang gue. Damn! Berarti oknumnya adalah orang asing! Dengan bantuan intuisi kilat, gue pun mencurigai seorang bapak berkopiah sebagai tersangka. Tapi ga mungkin dong gue teriak marah ke dia "Woy, pak! Bapak yang barusan megang bokong saya ya?". Yang ada malah gue yang mokal. Hahaha! Ga nyangka ya, ternyata sex appeal gue tinggi juga. Hakakakak!Berlomba Menjadi "Pebisnis Sejati"
Mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Prinsip itulah yang dianut dalam ilmu bisnis. Apakah ilmu bisnis hanya dipelajari mahasiswa jurusan ekonomi dan manajemen? Tidak juga. Semua orang dari bidang ilmu mana pun bisa mempelajari ilmu bisnis. Yang penting adalah adanya minat kuat dalam dunia bisnis.
Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) dari Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) --dulunya Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom)-- mencoba memberikan wadah bagi mahasiswa yang tertarik mendalami dunia bisnis. Salah satunya melalui Business Games Competition (BGC) 2008. Acara yang menjadi ikon tahunan Industrial Event 2008 ini adalah ajang kompetisi bisnis dalam mengendalikan perusahaan meski hanya berbasis simulasi. Peserta diberikan kasus-kasus yang sudah ditentukan panitia dan juri.
"Kompetisi ini seperti bermain game komputer, yang menang adalah tim dengan peringkat ROI tertinggi," ujar Tegar Ditya Pragama selaku ketua panitia.
ROI adalah return of investment yang merupakan persentase perbandingan antara keuntungan setelah dipotong pajak dan total aset perusahaan. Menurut Tegar, dalam dunia bisnis sesungguhnya, maju atau tidaknya perusahaan dilihat dari nilai ROI. Hal tersebut yang diaplikasikan dalam acara bertema "Feel The Competition, be The Champion!".
Teknis pelaksanaannya, satu tim yang terdiri dari tiga orang harus berbagi peran. Ada yang berperan sebagai analis, manajer produksi, dan manajer pemasaran. Para peserta dihadapkan pada persoalan kasus-kasus bisnis yang riil terjadi di Indonesia. Pada babak kualifikasi, proses kompetisi dilakukan via on-line. Setelah melakukan registrasi, peserta menganalisis soal yang diberikan dan mengirimkan jawaban via e-mail.
"Dari seluruh Indonesia, 84 tim yang mendaftar. Akan tetapi yang lolos kualifikasi hanya 40 tim, kebetulan dari Pulau Jawa," tutur Tegar.
Setelah melalui babak kualifikasi, kompetisi dilanjutkan di GSG IT Telkom Bandung, Senin (5/5). Peserta diperkenalkan pada Business Simulation Software (BSS), sebuah software komputer yang dirancang tim Laboratorium Simulasi Bisnis (Lab Simbi) IT Telkom untuk praktik bisnis. Business game ini membahas strategi marketing, produksi, sampai peramalan demand dari kasus yang disoalkan.
"Software ini dibuat oleh mahasiswa teknik industri angkatan 2000. Basic program-nya modifikasi Pro Model 630. BSS digunakan di Lab Simbi IT Telkom, praktikum wajib untuk semester 6," jelas Wildan Fajar selaku ketua juri BGC 2008.
Walaupun kompetisi sempat molor sekitar dua jam, peserta tetap antusias. Setelah melalui babak penyisihan hingga final, tim Hepi Birthday dari Universitas Indonesia (UI) berhasil menyandang gelar juara I. Tiga orang peserta jurusan teknik industri angkatan 2006 ini pulang membawa hadiah total enam juta rupiah.
"Kunci kemenangan kami adalah berani ambil risiko. Gambling sih, tapi harus selalu optimis. Cepat tanggap terhadap semua sikon," ujar Amalia Opaera, ketua tim Hepi Birthday.
Menurut Amalia, menyiapkan strategi matang dari awal merupakan hal penting demi kemajuan bisnis perusahaan. Perusahaan harus siap dengan strategi cadangan jika strategi awal gagal diterapkan. Dalam mengambil keputusan, sang ketua selalu memutuskan bersama kedua anggota timnya, Oktavius dan Sarah Damai.
Lain halnya dengan tim D`Kaizen yang menduduki peringkat kedua. Tim yang digawangi mahasiswa ITB ini mengaku belum paham betul tentang materi kompetisi yang lebih banyak membahas masalah analisis keuangan perusahaan.
"Untuk persiapan kompetisi, kami banyak mencari informasi dari internet. Di kuliah, materi analisis keuangan belum diajarkan. Sebelum kompetisi dimulai, kami coba-coba ngulik macam-macam strategi sambil membiasakan diri dengan software," tutur Muhammad Wilaga Perdana, ketua tim D`Kaizen.
Menurut Wilaga bersama kedua anggota timnya, yakni Rahmat Fauzi Kamal dan Bachtiar Rivai Rozak, kekalahan mereka dari Hepi Birthday akibat telat menguasai pasar. Walaupun begitu, D`Kaizen menganggap kekalahan sebagai pelajaran yang berharga. Dengan mengikuti kompetisi ini, mahasiswa jurusan teknik industri angkatan 2005 ini merasa terbantu dalam perkuliahan.
"Saran kami agar software ini dibuat lebih kompleks. Ada beberapa parameter keuangan di dunia nyata yang belum ada," tutur Wilaga.
Saran ini sejalan dengan pemikiran Edziardo Edazmara, koordinator asisten Lab Simbi. Menurut Ardo, kesulitan dialami panitia dan juri ketika mempersiapkan skenario kompetisi. Untuk membuat sebuah kasus, tim Lab Simbi harus melakukan berbagai macam riset. Hal ini dilakukan agar kasus menjadi logis dan mirip dengan apa yang terjadi di dunia bisnis sesungguhnya.
"Software ini masih terus kami kembangkan. Ke depannya, kami berencana membuat program lain untuk simulasi permainan saham," tutur Ardo.***
soraya spumanti
ochaochahotahey@yahoo.com---------------------------------------------------------------------------------------------
Semalem gue baru aja meng-khatamkan buku Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Bikin malu memang, koq bisa-bisanya buku sebagus ini baru gue baca belakangan ini. Tapi apa mau dikata, better late than never kan?
Smalem, pas nonton acara tv Deal or No Deal bersama sang bunda, terjadi sbuah percakapan ga penting yg dipicu karena si peserta wanita yg bernama Agustina menolak dipanggil Tina...Dia maunya dipanggil Agus...?!
Postingan ini bukan hasil rekayasa dan hiperbola. Detail waktu dan tempat kejadian sengaja tidak dipublikasikan untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan.
Dan tiba-tiba gw langsung tersentak kaget...gw pikir ini sih udah pasti bukan salah kirim, karna siapa lagi client yg ganteng di warnet ini (Hahahahaha!). Bimbang campur excited (lho?!), gw berharap sang pengirim message kaleng ini adalah wanita berparas catik. Akhirnya gw pun berniat pengen bales dengan ngotak-ngatik feature chat di program billing-nya, tp karna gw masih ngga tau IP sang pengirim message kaleng itu jadinya langkah gw terhambat -----> bener kan teori gw tentang orang yg OL di warnet! Kita tu cenderung ga bisa berpikir dengan benar klo di warnet!
(HAH?!??), gw pun mencoba melongok sedikit, tp tetep ga mau ketauan, karna kan bakalan tengsin gila lah kalo ntar tiba-tiba terjadi eye-to-eye contact, kalo tu orang sesuai dengan imajinasi gw sih gapapa, kalo ngga kan berabe.. Gw pun sedikit demi sedikit mengintip dari balik monitor...Duh, muka dia juga ketutupan monitor lagi, gw pun memiringkan kepala gw sedikit lagi, dan tiba-tiba sekelebat gw ngeliat muka tu orang yg ternyata adalah seorang cowok nerd berkacamata tebal! ANJROOOOT! Tidaaaak! Gw langsung paranoid sendiri (gw ga bisa ngebayangin muka gw waktu itu dah!). Dan di tengah kepanikan gw, timbul lagi message:Hidup itu pilihan
Kalimat di atas adalah salah satu quotation yg paling cliche yg pernah gw temuin, tp juga skaligus sbagai quotatin yg paling dahsyat yg pernah ada. Iya, hidup kita itu emang pilihan kita sendiri. Lebih tepatnya hidup dalam rentang mulai dari saat lo bisa membuat pilihan itu sendiri sampai ntar jiwa dan jasad lo terpisah.
Di wikipedia indonesia, Nasionalisme adalah:
Satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.Dan menurut ensiklopedia Inggris (yg tentu saja udah diartikan), Patriotisme adalah
Semangat cinta tanah air dan sikap bersedia mengorbankan apa sahaja untuk kejayaan dan kemakmuran negara.Biasanya klo denger kata 'nasionalisme' dan 'patriotisme' pasti sering bgt gw kait-kaitkan sama 'Kewarganegaraan', salah satu mata kuliah paling mnyebalkan dlm sejarah perkuliahan gw. Ada rumor yg bilang klo lo mo dpt 'straight A' di mata kuliah itu saratnya cuman absen lo mesti 100%, tp knyataannya biarpun absen gw 100% tetep aja tu gw cuman dikasi B...B for Bullsh*t!
Gw tertarik karna ni novel adalah salah satu New York Times Bestseller, dan novel ini rencananya bakal di-filmkan bulan Agustus ini. Di etalasenya, buku terdepan disampul/dibungkus plastik. Karna gw penasaran ni buku terbitan tahun brapa, gw ngubek-ngubek buat nyari buku yg sama yg ude 'telanjang'. Dan gw juga yakin kalo masing2 judul buku tu pasti ada 1 buku yg sengaja dibuat 'telanjang' (baca posting-an gw yg dulu). Dan ternyata keyakinan gw terbukti (lagi). Tp scara ga sengaja gw nemuin keanehan. Masa' di segitu banyak buku (dengan judul yg sama), ada 1 buku yg harganya beda sendiri, kemungkinan salah tempel label. Du buku yg salah label ini, harganya cuman
Rp. 38.000, jauh di bawah harga aslinya. Wah aji mumpung ni, kapan lagi dpt 'korting' yg bukan diskon resmi...Huahahahha! Trus
berhubung dapet 'korting' dan ada yg bayarin pula, gw ambil bukunya komedian David Sedaris yg judulnya Me Talk Pretty One Day juga. Dan langsung gw ngetes kadar keberuntungan gw di kasir. Dag dig dug der juga gw, klo ternyata sang kasir notice kesalahan ni buku dan ngeralat klo harga aslinya tuh ga segitu, ya gw ga jadi beli tu buku. Tapi ternyata gw hoki hari itu, lolos dari kasir. Wht a dumb luck! Huehehehehe..........
Kmaren adalah hari terburuk gw minggu ini! Bginilah kronologis kisah tragiss di hari naas tsb:
Bla..bla...bla....abis dari mana mas? abis nyoblos ya? saya ga pake clana dalem lo?....bla..bla...bla....saya ga pake clana dalem!...bla...bla..bla....mas cium dulu donk mas...mmmmuuuuuaaaahhhh!Bla...bla....blaaa...Otomatis gw langsung parno', dan langsung buru2 nyebrang menjauh. Ya ampun tu ibu2, birahi-nya masih tinggi aja...huahahaha! Read More......

makan gaji buta, ato emang sistem bookstore skr yg terlalu 'customer-oriented' sampe mreka mempunyai visi benar2 'memanjakan' para customernya???This blog contains everythings that blinked from my mind...
Glued Ideas Subtle designed by Christopher Frazier, Blogger Templates by Blogcrowds.