Day-dreaming for a scholarship...
Dua hari ini, gue ikutan seminar International Scholarship Expo 2008. Gue ikutan seminar ini karena gue pribadi pengen tau lebih detail tentang macem-macem & cara-cara ngedapetin scholarship post graduate. Sebenernya ga ada sesuatu yang spesial di event ini, selain dapet informasi banyak tentunya. Tapi ada seuatu yang jadi pikiran gue saat acara selesai; ternyata animo mahasiswa kampus gue besar juga untuk mendapatkan scholarship. Sigh! Itu baru dari kampus gue, belum lagi dari universitas-universitas lain di Indonesia...
Dari seminar ini, gue juga jadi rada nyesel, kenapa gue ga hunting scholarship mulai dari SMA dulu. Emang sih, pas SMA dulu gue bener-bener ga peduli dengan pendidikan. Hahaha! Tapi mungkin ada baiknya juga, kalau aja dari dulu gue udah hunting scholarship (entah untuk exchange student, summer school, home stay, atau pun under graduate), mungkin gue udah jadi orang yang depresi terhadap scholarship, karena ga dapet-dapet...Hahaha!
Needless to say, mendapatkan scholarship itu bukan perkara mudah. Gue pernah ngobrol dengan seorang bule dari London Met University, dalam acara Education UK Exhibition bulan lalu, dia bilang untuk mendapatkan sponsor full scholarship dari kampusnya susah banget. Selain proposal riset yang harus nampol, essay tentang 'Why should I earn that scholarship'-nya juga mesti nendang. Tahun lalu (2007), seorang mahasiswi berhasil dapet beasiswa tersebut karena essay-nya bener-bener menyentuh hati, bahkan sampai membuat sang rektor menangis! Ckckck!
Pas lunch break, salah seorang temen gue tadi bilang, "Gila! Kita mesti bersaing sama mahasiswa-mahasiswa hebat untuk ngedapetin scholarship. Kalo dipikir-pikir, kita bisa apa ya?". Gue ketawa aja. Hehe. Menurut gue, apa salahnya mengejar mimpi. Toh, who knows? Mungkin aja suatu saat di rumah gue terpampang figura berisikan diploma Harvard untuk gelar MBA....amin!
Dari seminar ini, gue juga jadi rada nyesel, kenapa gue ga hunting scholarship mulai dari SMA dulu. Emang sih, pas SMA dulu gue bener-bener ga peduli dengan pendidikan. Hahaha! Tapi mungkin ada baiknya juga, kalau aja dari dulu gue udah hunting scholarship (entah untuk exchange student, summer school, home stay, atau pun under graduate), mungkin gue udah jadi orang yang depresi terhadap scholarship, karena ga dapet-dapet...Hahaha!
Needless to say, mendapatkan scholarship itu bukan perkara mudah. Gue pernah ngobrol dengan seorang bule dari London Met University, dalam acara Education UK Exhibition bulan lalu, dia bilang untuk mendapatkan sponsor full scholarship dari kampusnya susah banget. Selain proposal riset yang harus nampol, essay tentang 'Why should I earn that scholarship'-nya juga mesti nendang. Tahun lalu (2007), seorang mahasiswi berhasil dapet beasiswa tersebut karena essay-nya bener-bener menyentuh hati, bahkan sampai membuat sang rektor menangis! Ckckck!
Pas lunch break, salah seorang temen gue tadi bilang, "Gila! Kita mesti bersaing sama mahasiswa-mahasiswa hebat untuk ngedapetin scholarship. Kalo dipikir-pikir, kita bisa apa ya?". Gue ketawa aja. Hehe. Menurut gue, apa salahnya mengejar mimpi. Toh, who knows? Mungkin aja suatu saat di rumah gue terpampang figura berisikan diploma Harvard untuk gelar MBA....amin!
Posting Komentar