VoIP, the next generation telecommunication
Memenuhi ajakan temen gue, hari ini gue menghadiri sebuah diskusi panel bertemakan 'Mampukah VoIP menembus pasar bisnis telekomunikasi di Indonesia?'. Awalnya gue agak males buat ikut, tapi karena diiming-imingi discount 50%, akhirnya hati gue tergerak juga. Hahaha!Dari diskusi panel ini, ada hal yang bener-bener bikin gue excited, yaitu pergeseran teknologi menuju IP-based telecommunication. Di kantor Telkom aja, para karyawannya udah mempunyai nomor telepon VoIP, yang juga adalah NIP dari karyawan tersebut. Edan! Keren juga ya kalo suatu saat kampus-kampus juga udah mulai mengimplementasikan teknologi VoIP bagi mahasiswa-mahasiswanya. Jadinya nomor telepon VoIP mahasiswanya adalah NIM-nya sendiri. Ckckck! Dan yang seperti yang seringkali gue denger, suatu saat tiap orang akan mempunyai IP-nya sendiri-sendiri. Mungkin aja nanti tiap orang diharuskan untuk meregistrasikan IP-nya ke provider-provider lokal. Hahaha! Atau mungkin aja nanti di KTP kita bukan hanya tercantum nama, tanggal lahir, dan status aja, tapi juga IP address. Hihihi!
Setelah pulang dari acara ini, gue balik lagi ke lab dan iseng-iseng coba menggunakan VoIP lewat internet kampus. Gue coba pake software X-lite 3 for Mac yang bisa di-download gratis di sini. Tapi apesnya, ternyata VoIP Rakyat ga bisa dipake di kampus gue karena ter-block oleh proxy kampus. Agh! Kasus ini juga gue alamin saat pengen pake Skype. :(
Posting Komentar