Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Selamat hari ayah!

Walaupun bukan kebiasaan orang kita, tapi hari ini saya mau ngucapin selamat buat para ayah di luar sana. Anyway, saya sendiri sebenarnya masih heran, koq di Indonesia nggak ada hari ayah ya? Hehehe! Padahal peran ayah pada dasarnya kan sama dimana-mana. Tapi kenapa di kita cuman ada hari ibu? Mungkin karena emansipasi yang terjadi di Indonesia lebih fokus ke emansipasi wanita. Tapi saya pikir emansipasi bukanlah alasan satu-satunya untuk memperingati hari ayah.

Sejarah hari ayah sendiri sebenarnya beda-beda untuk tiap negara. Dan nggak ada satupun ada sejarahnya hari ayah dirayakan atas dasar emansipasi. Sejarah singkat hari ayah bisa diliat di sini.

Tapi ya, tanpa hari ayah pun, rasanya para ayah pantas koq untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan atas usahanya menghidupi keluarga...hehehe!

Ngomongin hari ayah, saya jadi inget iklan ini...Hahahahaha!

©
first picture by Silvia de Luque

Read More......
 

Komersialisasi, buntut sebuah kompetisi

Tadi malam saya dan kawan saya makan di sebuah rumah makan padang. Dan sialnya, saat itu tv di rumah makan tersebut lagi nyetel siaran kompetisi menyanyi yang bertajuk pasangan orangtua-anak. Mendengar siaran itu, bikin makan saya jadi buru-buru, karena kuping saya tiba-tiba jadi panas & otak jadi mumet...hahaha!

Menyedihkan banget ya, koq bisa-bisanya acara model gini bisa jadi acara tv rutin dari Senin sampai Jum'at! Sigh! Kalo ditelusuri, konsep penyajian acara tv di Indonesia adalah sebuah lingkaran setan. Awalnya pihak stasiun tv coba menyuguhkan tayangan baru kepada penonton, biasanya masih ditayangkan seminggu sekali. Dan saat pihak stasiun tv menyadari bahwa animo masyarakat tinggi, biasanya penayangan acara tersebut bakal ditambah, entah jadi 2 minggu sekali, ataupun rutin di tiap hari kerja. Ironisnya, kebanyakan pihak stasiun tv nggak pernah memperhatikan kualitas tayangan tv mereka, yang mereka lihat cuma rating acara mereka. Karena dengan rating tinggi, otomatis mereka akan banyak dapet tawaran iklan. Tapi sebenarnya, animo tinggi yang disangka oleh stasiun tv itu, udah berubah jadi sebuah keterpaksaan. Kebanyakan masyarakat Indonesia, sebagai penonton, terpaksa nonton acara tersebut karena (mungkin) mereka ga punya pilihan hiburan lain. Saya setuju banget dengan pernyataan mba' dee di postingan ini, bahwa lingkaran setan ini adalah kebodohan yang paling ultimat...

Selain masalah konsep penyajian acara tv, konsep voting pada berbagai acara kompetisi, kebanyakan kompetisi bernyanyi, juga sangat berbau komersialisasi. Sampai sekarang, saya masih heran kenapa sih mereka memasang tarif premium kepada penonton untuk voting? Kalau alasan biaya penggunaan nomor ABN (Abbreviated Dialling Number) yang mahal, saya rasa kalo tempo dulu itu bisa dipertimbangkan, tapi untuk saat ini rasanya tidak. Tarif telekomunikasi adalah satu-satunya tarif yang turun (CMIIW) di antara kenaikan tarif barang/jasa lain. Kalo begini terus, yang ada penonton yang voting cuman pihak kerabat peserta doank! Dampaknya adalah tujuan kompetisi, yang katanya sih mencari kontestan terbaik di mata masyarakat, ga bakal pernah tercapai.

Saya sempat berpikir, kalo pun emang tarif voting ga mungkin untuk diturunkan, kenapa ngga sistem voting-nya dirubah. Kalo selama ini penonton diharuskan mem-voting peserta yang mereka dukung, kenapa nggak menjadi: penonton diharuskan mem-voting peserta yang mereka nggak suka. Dengan sistem ini, vote masyarakat bakal lebih mengerucut, fokus mencari siapa yang lebih pantas untuk keluar dari kompetisi. Setidaknya menurut saya, hal ini bisa mengurangi kesan komersialisasi yang ditandai dengan slogan vote sebanyak-banyak-nya.

Di samping itu, sampai saat ini saya masih mengharapkan terjadinya revolusi industri televisi di Indonesia. Sampai kapan kah masyarakat Indonesia terus dijejali acara-acara sampah di tv?

© picture by bright_nature

Read More......
 

reformasi yang tidak terarah

3 hari yang lalu gue liat dua foto di atas di detik foto yang terkait dengan issue kerusuhan di Universitas Hasanuddin. Agak ironis memang, dua pihak yang seharusnya tidak pernah terlibat dalam baku hantam, tapi yang terjadi malah kebalikannya...

Perlu diperhatikan, visi Polri adalah:
"Polri yang mampu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia, pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera."
Melihat kejadian di atas, tampaknya visi tersebut tinggallah rentetan kata aja...tapi bukan berarti gue menyalahkan pihak polisi. Toh polisi juga manusia, yang punya batas kesabaran & emosi. Tapi mungkin agak kurang terkontrol aja...

Di sisi lain mahasiswa seharusnya identik dengan kaum terpelajar. Dan kaum terpelajar seharusnya menjaga tindak tanduk dan pola pikir mereka sehingga tidak disamaratakan dengan orang bar-bar...hahaha! I know i'm not really into politic, but I just don't understand why thing like this happens time and time again...

Mungkin ini adalah imbas dari reformasi. Reformasi yang tidak terarah lebih tepatnya. Tapi katanya (entah kata siapa), pemerintah jaman sekarang ga akan pernah sadar kalo ngga di-demo...waduh, kalo udah begini urusan jadi tambah runyam...sudahlah, bikin pusing aja kalo dipikirin...

Hmm, mungkin hal-hal semacam ini ga akan pernah terjadi kalo tiap orang introspeksi diri dulu sebelum mengkritik orang lain...

Read More......
 

your blog is so annoying!

RTFM!

This post contains explicit satire language. Never thought in my mind to make any offense to perceived people. I just want to express what my thoughts and hope some things change. And as an open-minded person, comments are open.

Beberapa hari belakangan ini, gue mulai agak-agak muak dengan beberapa blog, yang biasanya ditulis oleh blogger yang baru memulai menulis/menjadi blogger. Dan kecenderungan ini biasanya terjadi pada blogger kategori teenager & early twenty. Ada tiga hal yang sangat mengganggu:

1. Love-sh*t blog
Cinta merupakan suatu perasaan ilmiah yang dapat terjadi oleh siapa saja. Buah perasaan ini mampu merubah rasa dunia yang hambar menjadi penuh rasa. Kadang buah perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh pihak yang bersangkutan tersebut ingin diluapkan dalam berbagai bentuk ekspresi. Puisi, diary, lukisan (perhaps), coret-coret (yang dikait-kaitkan dengan lukisan surealis), lagu, dan sampai yang paling mengganggu adalah blog.

Blog memang bisa dikatakan penemuan yang lumayan jenius, karena si-empunya bisa menaruh segala bentuk ekspresi yang ingin disampaikan. Hal ini terus berkembang sehingga saat ini ada banyak banget kategori blog yang bisa ditemui. Secara garis besar, biasanya suatu blog akan teridentifikasi kategorinya dengan melihat 'ke dalam blog aggregator manakah blog tersebut tergabung?'. CMIIW, karna sampai detik ini, gue belum pernah menemukan blog aggregator for love categorized.

Mengekspresikan perasaan cinta berlebihan yang lo punya melalui blog boleh-boleh aja. Tapi yang perlu diingat adalah blog merupakan media publik. Kalo lo menulis blog, berarti lo 'berharap' orang untuk membaca ekspresi jiwa lo itu. Dan pertanyaan yang akan timbul adalah, 'apakah ada orang yang ingin terjebak dalam perasaan cinta yang lo rasakan?'. I don't know exactly what others think, but i don't take a sh*t for another people's feeling about love (kecuali gebetan gue tentunya...hahahaha!)

Here are solutions from me:
  • Try to give tag(s) for your blog, or maybe your post. Or else just give a fine & clear description about your blog's content. (e.g. Edziardo's love story >> Blog ini berisikan bagian hidup gue pada kisah percintaan). You don't want people feel trapped & fed up to your blog, right?
  • If you still want to express your love feeling, try to be more creative. Make a poetry, rhyme, or anything else (you name it), so people won't get bored of what you write about.
  • If you still couldn't control your eager to express your love feeling through public media, just make another blog that filled with your love feeling. People could have more than one blog, so it would be nice if you separate your blog into personal-thought (for public-cunsume) and personal-feeling.

2. Copycat's blog (post)
Hal ini masih sering banget ditemuin di blog-blog Indonesia. Gue dulu pernah mencari informasi tentang suatu hal malalui google, dan hasilnya mengacu kepada 3 buah blog yang ternyata isinya sama persis! Gue buka tiga-tiganya, dan satupun ga ada yang mencantumkan kata-kata seperti 'taken from', 're-published from', 'original post from', etc. Gila!

Hal ini masih sering terjadi kalo-kalo isi blog (yang original) terlalu bagus. Gue jadi inget dulu ada lomba blog, dan pemenangnya itu adalah blog seorang remaja cewe, tapi pas ditelusuri, ternyata blognya itu cumanlah hasil copycat dari berbagai media (blogs, articles, etc). Tsk!

Yang ingin gue tekankan di sini adalah, blog merupakan suatu bentuk karya cipta personal yang patut dihargai. Lo ga pengen donk karya cipta yang udah dibikin secara orisinil ternyata dirusak dengan yang namanya plagiator.

Menurut gue, ada 2 alasan kenapa orang menjadi copycat.
  • He/she thinks the original post is extraordinary wicked! He/she'd like to tell his/her friends and his/her blog's visitors about this masterpiece right through his/her blog.
  • He/she'd like to promote his/her blog and gain higher rank of it.

Here some advises from me:
  • If you find some interesting post and you'd like to share it with your friends, just bookmark it and share it through your del.iciou.us or digg profile. Never heard 'bout it? Digg.com is a social network web that offers you to share of every page that you think other people would like to read it. Digg.com is very famous among American people. But i'd rather use del.icio.us as my bookmarks repository, because it's really quick (considering my limited bandwidth, hahaha). You can find my bookmarks in here. (I never meant to promote or anything else. I never payed by telling you this. I just want to share some knowledge)
  • If you feel indolent to make new account from that site, you can easily re-post your 'I-think-it's-a-cool-post' to your blog, and please do not forget to add annotation to your copy-post. (e.g. "This post is just a copy from...", "Originally written by..."). Please appreciate of what's other people write!

3. Lyrics post
Ini banyak juga nih ditemuin di blog-blog Indonesia. Oke, mungkin lo ingin memberitahu kalo lo lagi suka banget sama lagu tersebut (cenderung karna kekuatan liriknya). Tapi ga semua orang tahu itu lagu siapa, nyanyinya bagaimana, dll. Sekilas terlihat seperti sajak yang orisinil dibuat oleh lo sendiri. Tapi bukan itu kan yang ingin disampaikan? (Atau memang iya? Hehehe)

Sedikit saran:
  • If you love some music, try to tell people through last.fm or ilike. It is a social network site that focus on musics. You can easily share your music taste in there, and tell your friends that you are loving any track from any artist.
  • If you feel indolent to make new account from that site, you can just post those lyrics to your blog and add the song on your post. You can legally attach musics to your blog from various sites (e,g imeem, last.fm, hypem)
Yupe, untuk saat ini itulah hal-hal yang cukup mengganggu gue saat blogwalking. Gue di sini bukan untuk menggurui pihak-pihak yang merasa tersinggung, tapi supaya kita bisa menghasilkan/menulis blog yang lebih baik lagi aja. Tenang aja, gue juga dulu (dulu, karena gue udah hampir setahun ga nulis) pernah menulis postingan yang skarang gue bilang annoying. Dan karena kita udah semakin beranjak dewasa, kenapa enggak tulisan kita juga jadi lebih dewasa? :D

Read More......
 

Nasionalisme dan patriotisme...

Di wikipedia indonesia, Nasionalisme adalah:

Satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Dan menurut ensiklopedia Inggris (yg tentu saja udah diartikan), Patriotisme adalah
Semangat cinta tanah air dan sikap bersedia mengorbankan apa sahaja untuk kejayaan dan kemakmuran negara.
Biasanya klo denger kata 'nasionalisme' dan 'patriotisme' pasti sering bgt gw kait-kaitkan sama 'Kewarganegaraan', salah satu mata kuliah paling mnyebalkan dlm sejarah perkuliahan gw. Ada rumor yg bilang klo lo mo dpt 'straight A' di mata kuliah itu saratnya cuman absen lo mesti 100%, tp knyataannya biarpun absen gw 100% tetep aja tu gw cuman dikasi B...B for Bullsh*t!

Kita (sbagai mahasiswa) sering bgt dibuat bingung, knapa sih kita mesti dapet mata kuliah itu. Mau jurusannya apa keq, tp pasti dpt mata kuliah itu. Katanya sih supaya kita (sbagai calon penerus bangsa) terpatri jiwa nasionalisme dan patriotisme-nya sejak dini. Tp kenyataannya para pejabat, yg notabene adalah sebagian contoh 'orang terpelajar', malah bisa dikatakan sbagai orang yg paling jauh dr arti nasionalisme dan patriotisme itu sendiri. Gw nulis ini setelah nonton tayangan reportase keterbelakangan masyarakat Papua, pdhal sejak beberapa tahun yg lalu udah diterapkan otonomi khusus dng kucuran dana ber-triliun-an rupiah. Ironisnya penggunaan dana malah diselewengkan buat nambah isi perut pejabat2 doank. Ironis bgt y?!
Pas nulis ini gw jadi inget satu hal dan iseng2 gw langsung melongo ke jendela rumah gw. Fyuh! Untungnya atribut kemerdekaan udah kepasang rapi di sekitar rumah gw...He3! Biarpun bukan gw yg masang tuh atribut, bukan berarti gw ga punya semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme kan? Mungkin ga ya kadar nasionalisme dan patriotisme tiap individu diukur?Jadinya klo ntar lo mo kerja d pemerintahan tinggal liat nilai nasionalisme dan patriotisme-nya...Hahaha!

Gw jadi inget temen SMA gw dulu, saat menjelang 17-an kayak gini, dia ngeganti casing handphone-nya dng warna merah-putih, wallpaper handphone-nya juga dganti jadi bendera merah-putih, bahkan ringtone-nya itu salah satu lagu perjuangan kita...Sadis ga tu? Kurang patriotisme gimana lagi temen gw yg satu ini. Gw aja waktu itu ampe speechless..Hahaha!

Oiya blakangan ini ada satu commercial ad di tv nasional kita yg bagus bgt!

Ternyata di sela-sela keterpurukan karya anak bangsa di media tv yg sering disebut sbagai Shitnetron, ada juga satu karya yg berkualitas (biarpun beda jenis tapi kan satu media...hehe). 122 detik yg sempurna yg bisa menggugah jiwa nasionalisme & patriotisme gw.

Well in the end, i'd like to say, I'm proud to be Indonesian! Hidup Indonesia! Merdeka!

Read More......
 

Budaya baca berdiri...

Hari minggu kmaren, gw maen k salah satu mall d jakarta. Dari rumah gw udah mmbulatkan tekad klo kdatangan gw kali ini buat nyari buku, karna gw uda keabisan bahan bacaan d rumah. Niatnya sih mau beli novelnya si Awang Biru, (bbrapa hari yg lalu gw sempet nulis review sample novelnya),tp ternyata e ternyata, gw lupa klo tu novel baru dilaunching tgl 7 Agustus, smentara hari Minggu adalah tgl 5..huff! Dasar blo'on!

Walhasil gw nyari buku2 laen. Tadinya gw mau bli buku Traveler's Tale - Belok Kanan: Barcelona atau Bartimaeus Trilogy: The Amulet of Samarkand, tp karna pusing sama budget yg pas2an, gw akhirnya beli buku-nya Remy Sylado yg 'Mimi Lan Mintuna'. Entahlah, pdhal gw dr awal udah nenteng Buku The Amulet of Samarkand, tp karna gw inget klo gw g terlalu suka sama novel fiksi, novel LOTR (dlm format e-book) aja gw ampe skr blom tamat2 juga..jadinya gw beralih de...Dan saat mo k kasir gw iseng dateng k bagian psikologi, dan gw nemuin buku yg 3 bulan lalu pengen gw beli, yaitu Why Do Men Fall Asleep After Sex? Karna ternyata salah satu dr buku itu ada yg udah kebuka akhirnya iseng gw baca. Dan saking menariknya gw ampe baca 2 bab & sisanya skimming! Walhasil buku seharga 40rb itu udah puas gw jelajahi dlm waktu kurang dr 1 jam!Hohoho!

Ada sesuatu yg mnarik dsini, gw perhatiin, ternyata yg baca gratiss d sana bukan cuman gw. Iseng gw ngliatin orang2 di skeliling gw, ada seorang mas2 yg lg asik baca 5 cm (dan gw perkirakan udah 30% nya udah dilahap sama dia, ckckck!). Dan di sampingnya ada juga mbak2 yg lg asik baca buku. Dan masi bnyk lg, trutama di deretan komik & majalah. Ternyata yg doyan baca gratiss bukan cuman gw aja. Kayaknya emang udah jadi budaya kita, ha3! Lucunya justru hal kayak gini malah 'difasilitasi' sama pihak distributor, buktinya apa? Coba skali2 lo maen k toko buku,dan perhatiin tiap buku, gw jamin pasti dr masing2 jnis buku ada 1 buah buku yg 'disengaja' dibiarin telanjang (tanpa plastik). Mungkin maksudnya untuk membiarkan para customernya skimming, tp dasar kitanya g mo rugi..ha3! Payah nih, harusnya klo g terpaksa (kayak gw, g pny duit) jgn baca d tempat dong, kt kn mesti mnghargai karya sang pnulis...(Asli, klo ada duit pasti gw g bakal mengindahkan budaya baca d tempat koq!He3). Dulu, pas gw masih doyan baca Goosebumps (busEt dah! Jadul bgt! Klo g salah SD-SMP gitu) & komik Master Q, gw sering bgt baca gratiss & termehe-mehe sendirian kayak anak autis, tp konsekuensinya gw juga sering diusir sama satpamnya..hUahaha! Tp klo skarang koq uda g prnah ya? Apa tampang gw yg smakin 'disegani' untuk diusir, ato satpam skr yg kbanyakan makan gaji buta, ato emang sistem bookstore skr yg terlalu 'customer-oriented' sampe mreka mempunyai visi benar2 'memanjakan' para customernya???

Argh, sudahlah, yg pnting gw udah puas & lemas (krn brdiri trlalu lama), walhasil gw bayar k kasir & cabut. Di luar toko buku,trnyata lg ada obral,tdnya sih gw males buat ngelirik krn pasti isinya buku2 basi mlulu . Tp tiba2 mata gw melirik sbuah papan besar menggoda bertuliskan 6300! Srius lo?! Dan akhirnya gw lansung berlari kencang (hiperbola) & mengobrak-abrik tu buku2 dsana dan gw pun mmbeli 1 buku lagi karya Stanley Bing yg judulnya What Would Machiavelli Do? Huehehe!

Read More......
 

If you really knew me, you would know...

Siang tadi, pas lagi iseng2 gonta-ganti channel tv, gw liat acara Oprah, dan gw tonton dah..

Di episode yg gw tonton, Oprah ngangkat topik ttg The High School Challenge, yaitu sebuah program yg diterapkan di high school Amerika yg bertujuan untuk mengurangi rasa ketakutan sosial dlm diri masing2 siswa. Rasa takut yg dimaksud cenderung berupa perasaan terintimidasi oleh lingkungan skitar yg timbul karna adanya issue rasisme, sexual harrasment, ejekan2 fisik, pemukulan, dll. Yvonne Dutra-St. John, salah satu founder program ini, menyatakan bahwa perasaan terintimidasi tsb akan sangat mempengaruhi mental si korban dalam menjalani hidupnya. Makanya dia concern bgt sama masalah yg satu ini. Program ini untuk pertama kalinya dilaksanakan beliau di Monroe High School.

How?
Skitar 60-an anak dipilih secara acak dari sekolah (menggunakan metode random sampling..hehehe!), kemudian mereka dibagi-bagi menjadi grup2 kecil. Dalam masing2 grup kecil, masing2 peserta diberi kesempatan untuk cerita apa aja yg dimulai dengan kalimat "If you really knew me, you would know...". Mungkin kayak ajang curhat kali ya, tp ini lebih bertujuan supaya kita belajar untuk 'mendengar', dan bisa mengetahui background dari masing2 peserta. Trus programnya dilanjutkan dengan cara mengumpulkan semua peserta di belakang sebuah garis panjang, trus moderator bakalan membacakan sebuah pernyataan kasus dan menyuruh peserta untuk maju melewati garis bagi yg masuk ke dalam kategori tsb. Gw suka bgt pas bagian pemisahan antara korban pelecehan & pelaku pelecehan, saat itu mereka disuruh saling berpandang-pandangan. Dan salutnya saat di wawancara, pasangan korban-pelaku salah satu kasus pelecehan rasis di sekolah itu udah berbaikan dan malah skarang (saat wawancara) udah jadi best friend. Gw jadi inget film Remember The Titans (Film rasis yg wajib & kudu lo tonton!).

Program kayak gini tuh menurut gw bagus bgt, yg pasti supaya kita tau kalo kita (sbagai pihak yg pernah terintimidasi) ga sendirian, dan kita bisa tau ternyata banyak juga koq yg pernah mengalami hal serupa, selain itu kita juga bisa tau kenapa sih mereka (pihak yg melakukan intimidasi) melakukan itu. Klo di Indonesia, gw pikir program ini perlu buat anak SMA di Jakarta, karna gw dulu pernah sbagai pelaku & korban..huehehe! Biarpun kadang kita pikir itu cliche, tp gw sering ngerasa 'dipaksa' untuk tumbuh sbagai orang stereotype supaya ga dibilang yg aneh2, misalnya klo dulu pas jamannya SMA kita pada doyan ngebet (nyontek-red) dan tiba2 ada satu anak yg lumayan pinter tapi ga mau sharing ilmunya dengan cara ngasih contekan, pasti agak2 dikucilkan deh..Ya kan? Biarpun emang nyontek-menyontek itu enak (halah!), tp klo orangnya emang ga mau ya harus kita hormatin donk! Tp khusus di kampus gw, gw rasa sih program ini ga perlu alias mubazir..hahahaha! (Yg kuliah di kampus gw pasti ngerti lahh..)

Makanya sbagai anak muda penerus bangsa yg sarat akan cita-cita, kita mesti ngelakuin prubahan dari skarang dong, supaya bikin lingkungan sosial lebih friendly (Gw bukannya ikut-ikutan mengkampanyekan program Change Yourself loh!). And yet the world has finally changed, at least at Monroe High...

Read More......
 

...tentang gigi...

Udah 2 hari belakangan ini gusi sekitar gigi geraham bawah gw (third molar) sakit banget. Jumlah gigi gw saat ini memang blom mncapai 32 biji. Dan (katanya) sih sakit gigi yg gw alamin ini karna gigi terakhir gw mau tumbuh, dan (katanya) emang sakit dan ga enak bgt tuh. Anehnya sakit gusi ini baru gw rasain saat makan malem kedua, selain dari itu ga pernah sakit..Anyway, welcome my 31st tooth! Enjoy your seat! Hehehe!

Ngomongin soal gigi, barusan gw denger lagu-nya Gigi yg terbaru di Prambors, entah judulnya apa (ga tau, ga mau tau, dan ga berusaha untuk mencari tau). Salah satu liriknya tuh bunyinya kayak gini: "..pusing..pusing..pusing..kepala ini..", yupe emang saat gw denger lagu yg satu ini bikin pala gw pusing bgt! Gw semakin ga ngerti sama Gigi, apa mereka udah khilangan sense bermusik-nya (Sok tau lo Do!). *Tp memang dari jamannya gw masih pake pampers gw emang ga terlalu suka sama band yg satu ini, dan skarang gw juga ga suka smua band major label lokal*.

Di lagu ini terasa bgt unsur Arabic-nya, kayaknya Gigi udah keranjingan buat berexperimen dengan unsur Arabic sejak me-recycle lagu kasidahan ibu2 pengajian yg judulnya kalo ga salah 'Perdamaian'. Atau mungkin emang sedang ada trend Arabic (yg dengan kata lain bisa dikaitkan dengan kata religi) di tengah industri musik Indonesia khususnya bagi band major label-nya. Inget kan beberapa waktu yg lalu Gigi pernah me-rilis album religi-nya, trus Ungu juga tuh. Udah gitu beberapa hari yg lalu juga gw lihat di MTV, klo kostum manggung band Ungu di ajang Soundrenaline Sound of Change adalah sorban, baju koko, kopiah, etc. Di program yg sama gw juga ngeliat si settingan style-nya vokalist Gigi, Arman Maulana, di acara yg sama. Ternyata oom Arman ini punya model rambut yg bener2 mengingatkan gw sama Melanie Subono. Apakah memang sedang trend? (Asli, gw ga pernah ngikutin trend rambut, jadi gw ga tw sama skali apakah model rambut seperti ini emang lagi nge-trend?)

Oiya, klo ngomongin trend religi di tengah2 band major lokal, gw jadi inget semalem pas nonton pengumuman Indonesian Idol 2007. Entah kenapa mnurut gw persaingan antar dua finalis ini bisa berbahaya bgt, karna terlalu membawa SARA. Di bawah ini kurang lebih petikan pernyataan para ayah finalis pas ditanya gimana klo ternyata anaknya ini ga terpilih jadi Indonesian Idol.

Ayah Rini: "bla..bla..bla...yg pasti masyarakat Medan akan tetap mendukung kamu. Dan apapun yg terjadi adalah yg terbaik yg Allah SWT berikan ke kamu."
Ayah Wilson: "bla..bla..bla...masyarakat Ambon selalu ada buat kamu Wilson. Dan Tuhan Yesus akan selalu ada buat kamu."

Untungnya yg nonton live disana kebanyakan para ortu, jadinya saat ternyata si Rini dinyatakan sbagai pemenang, gw ga perlu cemas apakah akan terjadi kerusuhan atau enggak. Hwuahahaha

Read More......
 

Welcome to my blog!

This blog contains everythings that blinked from my mind...

Blogger Templates by Blog Forum

Must Read This!

What my friend's doing?

My photo album

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from edziardo. Make your own badge here.

Blogs you might like

Blog Archive

Chatterboxxx


Free chat widget @ ShoutMix

Currently listening

Currently reading

Widget_logo

Recently watched


My bookshelf

Widget_logo

blog-indonesia.com
Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe in a reader

hit counter
code