Selamat hari ayah!

Walaupun bukan kebiasaan orang kita, tapi hari ini saya mau ngucapin selamat buat para ayah di luar sana. Anyway, saya sendiri sebenarnya masih heran, koq di Indonesia nggak ada hari ayah ya? Hehehe! Padahal peran ayah pada dasarnya kan sama dimana-mana. Tapi kenapa di kita cuman ada hari ibu? Mungkin karena emansipasi yang terjadi di Indonesia lebih fokus ke emansipasi wanita. Tapi saya pikir emansipasi bukanlah alasan satu-satunya untuk memperingati hari ayah.

Sejarah hari ayah sendiri sebenarnya beda-beda untuk tiap negara. Dan nggak ada satupun ada sejarahnya hari ayah dirayakan atas dasar emansipasi. Sejarah singkat hari ayah bisa diliat di sini.

Tapi ya, tanpa hari ayah pun, rasanya para ayah pantas koq untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan atas usahanya menghidupi keluarga...hehehe!

Ngomongin hari ayah, saya jadi inget iklan ini...Hahahahaha!

©
first picture by Silvia de Luque

Read More......
 

Komersialisasi, buntut sebuah kompetisi

Tadi malam saya dan kawan saya makan di sebuah rumah makan padang. Dan sialnya, saat itu tv di rumah makan tersebut lagi nyetel siaran kompetisi menyanyi yang bertajuk pasangan orangtua-anak. Mendengar siaran itu, bikin makan saya jadi buru-buru, karena kuping saya tiba-tiba jadi panas & otak jadi mumet...hahaha!

Menyedihkan banget ya, koq bisa-bisanya acara model gini bisa jadi acara tv rutin dari Senin sampai Jum'at! Sigh! Kalo ditelusuri, konsep penyajian acara tv di Indonesia adalah sebuah lingkaran setan. Awalnya pihak stasiun tv coba menyuguhkan tayangan baru kepada penonton, biasanya masih ditayangkan seminggu sekali. Dan saat pihak stasiun tv menyadari bahwa animo masyarakat tinggi, biasanya penayangan acara tersebut bakal ditambah, entah jadi 2 minggu sekali, ataupun rutin di tiap hari kerja. Ironisnya, kebanyakan pihak stasiun tv nggak pernah memperhatikan kualitas tayangan tv mereka, yang mereka lihat cuma rating acara mereka. Karena dengan rating tinggi, otomatis mereka akan banyak dapet tawaran iklan. Tapi sebenarnya, animo tinggi yang disangka oleh stasiun tv itu, udah berubah jadi sebuah keterpaksaan. Kebanyakan masyarakat Indonesia, sebagai penonton, terpaksa nonton acara tersebut karena (mungkin) mereka ga punya pilihan hiburan lain. Saya setuju banget dengan pernyataan mba' dee di postingan ini, bahwa lingkaran setan ini adalah kebodohan yang paling ultimat...

Selain masalah konsep penyajian acara tv, konsep voting pada berbagai acara kompetisi, kebanyakan kompetisi bernyanyi, juga sangat berbau komersialisasi. Sampai sekarang, saya masih heran kenapa sih mereka memasang tarif premium kepada penonton untuk voting? Kalau alasan biaya penggunaan nomor ABN (Abbreviated Dialling Number) yang mahal, saya rasa kalo tempo dulu itu bisa dipertimbangkan, tapi untuk saat ini rasanya tidak. Tarif telekomunikasi adalah satu-satunya tarif yang turun (CMIIW) di antara kenaikan tarif barang/jasa lain. Kalo begini terus, yang ada penonton yang voting cuman pihak kerabat peserta doank! Dampaknya adalah tujuan kompetisi, yang katanya sih mencari kontestan terbaik di mata masyarakat, ga bakal pernah tercapai.

Saya sempat berpikir, kalo pun emang tarif voting ga mungkin untuk diturunkan, kenapa ngga sistem voting-nya dirubah. Kalo selama ini penonton diharuskan mem-voting peserta yang mereka dukung, kenapa nggak menjadi: penonton diharuskan mem-voting peserta yang mereka nggak suka. Dengan sistem ini, vote masyarakat bakal lebih mengerucut, fokus mencari siapa yang lebih pantas untuk keluar dari kompetisi. Setidaknya menurut saya, hal ini bisa mengurangi kesan komersialisasi yang ditandai dengan slogan vote sebanyak-banyak-nya.

Di samping itu, sampai saat ini saya masih mengharapkan terjadinya revolusi industri televisi di Indonesia. Sampai kapan kah masyarakat Indonesia terus dijejali acara-acara sampah di tv?

© picture by bright_nature

Read More......
 

Tips mencontek yang baik dan benar

Disclaimer:

Postingan ini hanyalah informasi belaka. Aksi setelah membaca di luar tanggungan penulis...hahaha! Anyway, postingan ini saya buat bukan berarti saya jago/sering mencontek lho, tapi lebih ke curahan hati sebagai pengawas ujian yang concern terhadap kemampuan mencontek mahasiswa yang payah...hahahaha!
Jadi, kebetulan satu tahun belakangan ini saya sering banget kebagian jatah jadi pengawas ujian. Jujur, saya tuh suka pusing kalo mergokin mahasiswa yang lagi nyontek. Bukan pusing karena ni mahasiswa ngga jujur, tapi pusing karena koq nyonteknya payah banget sih, sampe ketauan sama pengawas....hahahaha!

Ok, sebelum kita ulas mengenai cara-cara mencontek yang baik dan benar, alangkah baiknya kalo kita telaah dulu jenis-jenis mencontek. Menurut jenisnya, tipe mencontek itu ada 3:

A. Contek diam-diam
Dalam kasus ini, pelaku pencontek cenderung mencontek kerjaan temennya yang pinter. Tapi sering juga karena kepepet, temen yang bodoh pun tetep dicontekin. Dalam contek tipe, korban yang diconteki (biasanya) tidak sadar telah dicontek...

B. Kerja sama
Contek jenis cenderung lebih menyenangkan. Karena dilakukan oleh 2 kepala (atau lebih), ujian jadi (terasa) lebih ringan...

C. Solo career
Contek jenis ini biasanya lebih menjanjikan, tapi kalo resiko kalo ketauan lebih bahaya, karena si pelaku contek bakal bunya barang bukti mencontek...hahaha!

Nah, sekarang mari kita ulas tips-tips mencontek yang baik dan benar....
1. Behave. Be calm. Be confident
Kalo kamu mau mencontek, usahakan gesture tubuh kamu jangan terlalu mencolok. Karena kalo kamu-nya udah salah tingkah duluan, misal: keringet dingin, dijamin si pengawas ujian bakal curiga.

2. Hindari eye-contact dengan pengawas ujian
Saya kasih tau ya, peserta ujian yang sering terlibat eye-contact dengan pengawas cenderung langsung dinobatkan sebagai calon pencontek. Jadinya sebisa mungkin hindari eye-contact. Cara yang paling baik adalah pura-pura ngeliat jam dinding di depan ruangan, sambil sesekali melirik si pengawas ujian. Sebisa mungkin gesture-nya se-natural mungkin.Terus, kalo kamu terlibat eye-contact dengan sang pengawas, kamu ga usah panik. Cara yang paling ampuh adalah langsung berpura-pura mikir, bisa dengan sambil bergumam & sok-sok mikirin teorema/dalil dari mata kuliah yang bersangkutan....hahaha!

3. Hindari posisi duduk miring
Biasanya ini terjadi kalo kamu mau mencontek temen kamu yang duduknya di belakang kamu. Posisi duduk miring emang memudahkan manuver mencontek ke belakang, tapi sayangnya posisi seperti ini sangat mencurigakan. Jadi lebih baik dihindari.

4. Jangan bawa alat tulis komplit
Kalo perlu, kamu mending ga usah bawa pulpen. Logikanya begini, semakin banyak barang yang kamu ngga bawa, berarti semakin banyak juga kesempatan kamu minjem barang ke temen, berarti semakin banyak juga peluang untuk mencontek temen yang kita pinjem barangnya....hahahaha! Saat pinjem barang, usahakan mata ga usah melihat barang yang kita pinjem, tapi fokus pada kertas jawaban target yang akan dicontek.

5. Jangan pernah buat contekan di kartu ujian
Sumpah, ini cara yang paling dongo' banget! Saya suka mau teriak kalo nemuin kebetan mahasiswa di kartu ujiannya....! Agh!

6. Buat kebetan di kertas kecil
Jangan pernah serakah dalam membuat kebetan! Kalo memang sifat ujiannya close book, ya buat kebetannya di kertas kecil aja. Jangan buat kebetan di kertas A4!

7. Mencontek saat di awal
Kerjakanlah soal yang paling susah dulu! Ini wajib! Karena kalo ujiannya baru dimulai, cenderung pengawas ujian masih ngga fokus, jadinya chance untuk mencontek juga lebih besar.... Coba bandingin dengan momen-momen akhir ujian. Biasanya mahasiswa udah keburu panik kalo waktu ujiannya tiggal dikit. Jadinya ngga bisa mencontek dengan pikiran jernih....hahahaha!

8. Ke toilet
Ini adalah senjata pamungkas dalam urusan contek-mencontek (khususnya kalo selama ujian, peserta diperbolehkan untuk ke toilet). Sebelum pergi ke toilet, alangkah baiknya kamu hapalin dulu soal-soal apa aja yang ngga bisa kamu jawab, baru deh ntar di dalam toilet, kamu bebas membaca kertas kebetan kamu sepuasnya! Haahahaha!

Hmm, untuk saat ini, begitu dulu tips mencontek dari saya...Selamat mencontek Ujian!

© picture by haein's house

Read More......
 

Welcome to my blog!

This blog contains everythings that blinked from my mind...

Blogger Templates by Blog Forum

Must Read This!

What my friend's doing?

My photo album

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from edziardo. Make your own badge here.

Blogs you might like

Blog Archive

Chatterboxxx


Free chat widget @ ShoutMix

Currently listening

Currently reading

Widget_logo

Recently watched


My bookshelf

Widget_logo

blog-indonesia.com
Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe in a reader

hit counter
code