Tampilkan postingan dengan label How to. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label How to. Tampilkan semua postingan

Tips mencontek yang baik dan benar

Disclaimer:

Postingan ini hanyalah informasi belaka. Aksi setelah membaca di luar tanggungan penulis...hahaha! Anyway, postingan ini saya buat bukan berarti saya jago/sering mencontek lho, tapi lebih ke curahan hati sebagai pengawas ujian yang concern terhadap kemampuan mencontek mahasiswa yang payah...hahahaha!
Jadi, kebetulan satu tahun belakangan ini saya sering banget kebagian jatah jadi pengawas ujian. Jujur, saya tuh suka pusing kalo mergokin mahasiswa yang lagi nyontek. Bukan pusing karena ni mahasiswa ngga jujur, tapi pusing karena koq nyonteknya payah banget sih, sampe ketauan sama pengawas....hahahaha!

Ok, sebelum kita ulas mengenai cara-cara mencontek yang baik dan benar, alangkah baiknya kalo kita telaah dulu jenis-jenis mencontek. Menurut jenisnya, tipe mencontek itu ada 3:

A. Contek diam-diam
Dalam kasus ini, pelaku pencontek cenderung mencontek kerjaan temennya yang pinter. Tapi sering juga karena kepepet, temen yang bodoh pun tetep dicontekin. Dalam contek tipe, korban yang diconteki (biasanya) tidak sadar telah dicontek...

B. Kerja sama
Contek jenis cenderung lebih menyenangkan. Karena dilakukan oleh 2 kepala (atau lebih), ujian jadi (terasa) lebih ringan...

C. Solo career
Contek jenis ini biasanya lebih menjanjikan, tapi kalo resiko kalo ketauan lebih bahaya, karena si pelaku contek bakal bunya barang bukti mencontek...hahaha!

Nah, sekarang mari kita ulas tips-tips mencontek yang baik dan benar....
1. Behave. Be calm. Be confident
Kalo kamu mau mencontek, usahakan gesture tubuh kamu jangan terlalu mencolok. Karena kalo kamu-nya udah salah tingkah duluan, misal: keringet dingin, dijamin si pengawas ujian bakal curiga.

2. Hindari eye-contact dengan pengawas ujian
Saya kasih tau ya, peserta ujian yang sering terlibat eye-contact dengan pengawas cenderung langsung dinobatkan sebagai calon pencontek. Jadinya sebisa mungkin hindari eye-contact. Cara yang paling baik adalah pura-pura ngeliat jam dinding di depan ruangan, sambil sesekali melirik si pengawas ujian. Sebisa mungkin gesture-nya se-natural mungkin.Terus, kalo kamu terlibat eye-contact dengan sang pengawas, kamu ga usah panik. Cara yang paling ampuh adalah langsung berpura-pura mikir, bisa dengan sambil bergumam & sok-sok mikirin teorema/dalil dari mata kuliah yang bersangkutan....hahaha!

3. Hindari posisi duduk miring
Biasanya ini terjadi kalo kamu mau mencontek temen kamu yang duduknya di belakang kamu. Posisi duduk miring emang memudahkan manuver mencontek ke belakang, tapi sayangnya posisi seperti ini sangat mencurigakan. Jadi lebih baik dihindari.

4. Jangan bawa alat tulis komplit
Kalo perlu, kamu mending ga usah bawa pulpen. Logikanya begini, semakin banyak barang yang kamu ngga bawa, berarti semakin banyak juga kesempatan kamu minjem barang ke temen, berarti semakin banyak juga peluang untuk mencontek temen yang kita pinjem barangnya....hahahaha! Saat pinjem barang, usahakan mata ga usah melihat barang yang kita pinjem, tapi fokus pada kertas jawaban target yang akan dicontek.

5. Jangan pernah buat contekan di kartu ujian
Sumpah, ini cara yang paling dongo' banget! Saya suka mau teriak kalo nemuin kebetan mahasiswa di kartu ujiannya....! Agh!

6. Buat kebetan di kertas kecil
Jangan pernah serakah dalam membuat kebetan! Kalo memang sifat ujiannya close book, ya buat kebetannya di kertas kecil aja. Jangan buat kebetan di kertas A4!

7. Mencontek saat di awal
Kerjakanlah soal yang paling susah dulu! Ini wajib! Karena kalo ujiannya baru dimulai, cenderung pengawas ujian masih ngga fokus, jadinya chance untuk mencontek juga lebih besar.... Coba bandingin dengan momen-momen akhir ujian. Biasanya mahasiswa udah keburu panik kalo waktu ujiannya tiggal dikit. Jadinya ngga bisa mencontek dengan pikiran jernih....hahahaha!

8. Ke toilet
Ini adalah senjata pamungkas dalam urusan contek-mencontek (khususnya kalo selama ujian, peserta diperbolehkan untuk ke toilet). Sebelum pergi ke toilet, alangkah baiknya kamu hapalin dulu soal-soal apa aja yang ngga bisa kamu jawab, baru deh ntar di dalam toilet, kamu bebas membaca kertas kebetan kamu sepuasnya! Haahahaha!

Hmm, untuk saat ini, begitu dulu tips mencontek dari saya...Selamat mencontek Ujian!

© picture by haein's house

Read More......
 

Memanfaatkan web feed

Mungkin pernah suatu saat terbesit di benak lo salah satu dari pertanyaan ini:

Apa sih itu feed (web feed)? Gunanya buat apa? Caranya gimana? Bedanya antara RSS & Atom apa ya? Lambang "" yang ada di samping kanan 'address bar' web browser maksudnya apa ya? Bagaimana cara membuat orang senantiasa tahu kapan kita membuat postingan baru di web kita?

Kalau seandainya lo masih belum punya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti lo adalah salah satu orang yang beruntung, karena kali ini gue akan sedikit berbagi dengan memberikan penjelasan & tutorial singkat tentang RSS feed.

Web feed merupakan suatu format data yang memungkinkan kita untuk melihat/mendapatkan informasi mengenai update-an dari suatu web. Web feed ini berguna banget karena kita bakal bisa tau kapan & apa isi postingan terbaru dari suatu web yang ingin kita langgani tanpa harus mengunjungi web tersebut. Praktis banget kan?!

Macam-macam web feed ada 2; RSS feed & Atom. Sebenernya keduanya ini kurang lebih sama. Hanya ada beberapa perbedaan yang tidak terlalu mencolok (setidaknya bagi pengguna awam) antara kedua macam format web feed ini. CMIIW, RSS feed lebih sering dipakai di berbagai web sebagai alternatif syndication format.

Berdasarkan basis penggunaannya, web feed sendiri dibagi menjadi 2 macam; web based bookmark dan desktop based bookmark. Web based bookmark berarti setiap update-an yang datang akan tersimpan di dalam page bookmark kita. Contoh: Google Reader, My Yahoo, etc. Keuntungan dari web based bookmark adalah kita bisa mengakses feed kita dimana aja. Sedangkan desktop based bookmark, berarti setiap update-an/feed yang kita terima akan langsung terlihat di web browser kita. Contoh: Safari, Firefox, etc. Keuntungan dari desktop based bookmark adalah cenderung lebih cepat, karena yang di-download hanyalah title dari update-an/feed yang masuk.

Cara subscribe web feed
Suatu web bisa kita subscribe feed-nya hanya kalau kita melihat lambang "" atau "http://kyleandgigi.com/RSS_info/RSS_Safari.jpg" di pojok kanan address bar web browser kita, atau tulisan " Subscribe in Reader" pada web yang dikunjungi. Untuk men-subscribe web tersebut, caranya tinggal mengklik logo tersebut, dan kemudian akan timbul page berikut:
Lalu pilih dengan aplikasi feed apa kita akan men-subscribe page tersebut. Untuk menggunakan desktop based bookmark, pilih 'Live Bookmarks'. Klik 'Subsrice Now'. Kemudian pilih ke dalam direktori mana web tersebut ditaruh dalam daftar bookmark kita. Sedangkan untuk menggunakan web based bookmark, pilih situs feed reader yang kita punya. Misal Google. Klik 'Subsrice Now'.

Cara mempublikasikan feed dari situs yang kita punya
Ada beberapa situs yang menawarkan jasa untuk mempublikasikan feed situs kita, salah satunya adalah feedburner. Untuk dapat mempublikasikan feed situs kita, kita harus punya account di feedburner dulu tentunya. Selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk singkat yang ada di web tersebut. Ada begitu banyak feature yang bisa didapatkan di situs ini, tapi untuk kali ini gue ga akan menjabarkannya, karena banyak banget. Untuk sementara coba otak-atik sendiri aja, ok!

Read More......
 

How to: Care your lovely iPod..

Tergerak karna earphone iPod gw yg sdikit rusak (dan berencana membeli earphone baru), barusan gw melakukan sedikit googling mengenai tips & trik dalam merawat iPod. Kurang lebih intinya seperti ini..

Body iPod
Beli aksesoris pelindung, seperti Bullet-Proof Shields, Leather case, atau micro-fiber cloth, sesaat stelah lo beli iPod. Hal ini berguna bgt supaya ngelindungin body mulus (mulai dari casing, layar, sampai click wheel-nya) iPod lo dari lecet, jadi kalo suatu saat lo pengen jual tu iPod harganya ga jatuh...(basicly sama kayak perawatan hp lah)

Earphone
Saat lo baru beli iPod, paket bundling yg dikasih adalah earphone kabel standar. Nah, gw jamin setelah lo pake beberapa lama pasti tuh earphone udah agak usang, mulai dari karetnya yg lepas-lepas, warna putih-nya yg berubah jadi abu-abu, sampai kualitas suara yg mendem. Nah solusinya klo lo masih berencana menggunakan earphone dengan kabel, mendingan beli wire roller. Ini supaya kualitas earphone lo tetep terjaga dengan baik.

Battery

  1. Suhu toleransi saat:
    • Lagi dipake, temperatur ruangan berkisar antara 0 C - 35 C
    • Lagi disimpan, temperatur ruangan berkisar antara -20 C - 45C (Makanya skarang kmana-mana lo mesti bawa termometer)
  2. Jangan pernah tinggalin iPod lo di dlm mobil yg diparkir tepat di bawah sinar matahari, karna suhunya bisa mencapai 65 C! (Lo ga pengen iPod lo mencair kayak eskrim kan?!)
  3. Jangan biarkan iPod lo terkena langsung sinar matahari terlalu lama (kecuali kalo udah dipakein sunblock!)
  4. Jangan nge-charge iPod lo dengan kondisi menggunakan baju (carrying case atau cover)
  5. Saat enggak dipake, charge battery iPod lo antara 14-18 hari sekali (kalo jarang dipake buat gw aja dah!)
  6. Saat nge-charge, prosedur yg benar adalah menyolokkan kabel charge-an ke iPod lo dulu, baru dicolokkan ke power supply, bukan sebaliknya...
Nah, kalo perawatannya udah maximal, selebihnya tinggal nasib yg menentukan apakah iPod lo bisa longlasting apa enggak...huehehe!

Read More......
 

Welcome to my blog!

This blog contains everythings that blinked from my mind...

Blogger Templates by Blog Forum

Must Read This!

What my friend's doing?

My photo album

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from edziardo. Make your own badge here.

Blogs you might like

Blog Archive

Chatterboxxx


Free chat widget @ ShoutMix

Currently listening

Currently reading

Widget_logo

Recently watched


My bookshelf

Widget_logo

blog-indonesia.com
Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe in a reader

hit counter
code