Study tour to Indonesia Stock Exchange
Kemarin, tepatnya Senin 23 Juni 2008, kebetulan saya ikutan acara study tour to IDX/BEI di Jakarta. Acara ini merupakan salah satu acara lab saya yang juga bagian dari rangkaian program kerja Study Group Lab Simbi. Inti acara dari study tour ini, yang sepenuhnya diatur sama pihak BEI, adalah seminar tentang bursa efek secara umum. Sebenernya, di lab saya itu juga mempelajari simulasi saham, tapi hasilnya juga beda memang kalo kita diajarin langsung oleh expert-nya. Saya aja jadi jauh lebih ngerti tentang sistematika perdagangan efek di sini... huehehe!Dari penjelasan panjang lebar yang diberikan, ada satu fakta yang menurut saya menarik. Perusahaan yang go public di Indonesia baru berjumlah 300-an. Padahal syarat perusahaan untuk go public cenderung nggak sulit, bisa diliat di sini. Kalo diliat-liat, padahal jumlah perusahaan di Indonesia sendiri yang memenuhi kriteria untuk go public tergolong masih banyak, tapi kenapa masih jarang yang go public? Kalo kata si bapak pembicara, ini dikarenakan masih banyak perusahaan yang ogah men-transparan-kan laporan keuangannya. Alasan klasik yang menurut saya agak mengganggu. :D
Padahal ya, keuntungan yang didapat dengan membuat perusahaan kita go public itu ada banyak, salah satunya adalah ketersiadaan modal perusahaan bakal lebih kenceng. Otomatis diversifikasi bisnis jadi jauh lebih mudah untuk dilaksanakan. Atau mungkin juga mereka stay private karena memang nggak ada rencana untuk memperluas bisnis mereka? Hmm, entahlah.
Selain masalah pengetahuan dasar dan mekanisme perdagangan efek, kita juga dikasih tau fakta-fakta menggiurkan yang bikin kita berniat buat ikutan main saham. Salah satu contohnya adalah saham Unilever, tanpa memeperhitungkan stock split-nya, saham Unilever berhasil meningkat tajam dari era pra-krismon hingga kini sebesar lebih dari 1000% (CMIIW)! Edan! Coba bayangin kalo kita punya 1 lot aja saham di sana...Whew!
Gimana? Jadi punya niat untuk bermain efek?
©picture by: Lucky Pransiska