Touring to Tasik, Pangandaran, Green Canyon, & Batu Karas

Pangandaran

Sebenernya liburan gue weekend kemarin bisa dibilang ga terlalu menyenangkan. Tapi setidaknya udah bisa me-refresh semua kepenatan akan kerjaan & kuliah gue lah. Konsep dari trip ke-dua gue ini adalah touring. Dengan total manusia yang ikut adalah 18 orang, kita menggunakan motor sebanyak 6 buah, dan sebuah Feroza Taft yang cukup menampung beberapa orang yang wheel-less...

Tempat yang gue kunjungi pada touring ini adalah Tasikmalaya, Pangandaran, Green Canyon, dan Batu Karas. Ehem, mari kita ulas satu-satu tempat tsb.

Tasikmalaya
Kota yang terletak 106 km dari kota Bandung ini terkenal dengan sebutan sebagai kota santri. Agak sulit memang mencari hal-hal yang (disangka) negatif di kota ini. Contohnya: hampir gada satu warung pun yang menjual kartu remi di sana. Tapi anehnya, ada beberapa hal yang sudah jelas negatif gampang ditemui di kota ini. Premanisme yang kental, dan adat madat yang lagi populer di kalangan anak-anak SMA. Tsk!

Yang menarik perhatian gue di kota ini adalah penjual bakso. Bisa dibilang hampir tiap 10 meter bisa ditemui penjual bakso, mulai dari kaki lima, sampai bakso versi restoran....hahahaha! Mungkin suatu saat bakal terjadi pergeseran image buat kota Tasik, dari kota santri jadi kota bakso. Hahahaha!

Info Harga: Bakso: Bervariasi, dari 3000 - 15000

Pangandaran
Pas pertama kali dateng, gue agak kecewa sama pantai yang satu ini. Pangandaran bisa dibilang sebagai salah satu objek wisata yang udah komersil. Untuk masuk ke wilayah ini, tiap pengunjung dikenakan retribusi yang disebut-sebut sebagai uang masuk oleh warga sekitar. Tapi ironisnya, untuk sebuah objek wisata yang komersil seperti ini, pelayanan yang diberikan benar-benar jauh di bawah memuaskan. Pantainya kotor (banget!), nelayan yang kurang terorganisir, jalanan yang kurang bagus di beberapa kawasan, belum adanya life guard post, dll.

Padahal Pangandaran ini merupakan sumber utama pendapatan kabupaten Ciamis. Harusnya hal kayak gini kan jadi center of attention pemda setempat, bukannya malah berfokus pada pembangunan kota pusat pemerintahannya, atau malah lari ke kantong yang salah(?).

Tapi ga semua yang ada di pantai ini tergolong kurang. Yang paling menyenangkan di Pangandaran adalah makanannya yang murah meriah! Bisa dibeli di kawasan pasar ikan. Dijamin dengan budget sedikit, lo udah bisa merasakan seafood yang hampir mendekati all-you-can-eat, mulai dari cumi, udang, kerang laut, rajungan, sampai berbagai macam ikan. Hmm, nyam-nyam!

Info Harga Makanan:
Cumi/Udang/Kerang : IDR 40.000 - 50.000/kg (tergantung tempat & kemampuan nawar)

Kakap Merah : IDR 45.000 - 50.000/kg (tergantung tempat & kemampuan nawar)

Nasi putih : IDR 3.000/sepuasnya (tapi kalo di luar batas kenormalan konsumsi manusia, bisa dinaikin jadi IDR 4.000. Hahahaha!)

Bubur ayam : IDR 5.000
Bakso (again) : IDR 5.000
Es kelapa : IDR 2.000


Info Penginapan:

Up from IDR 50.000/room/nite.


Info Harga Lainnya:
Tattoo : IDR 10.000 - 80.000 (tergantung size & kompleksitas)
Sewa Bodyboard : IDR 5.000/sepuasnya (nyewanya pake bahasa sunda, kalo ngga biasanya IDR 5.000/jam)
Perahu (untuk nyebrang ke pasir putih) : IDR 5.000

Snorkling set : IDR 10.000


Green Canyon
Di trip gue kali ini, ada 2 hal yang paling berkesan. Yang pertama adalah dangdutan bersama rakyat lokal yang dipicu karena salah satu kawan gue ada yang menyanyikan lagu dangdut di restoran temen gue. Dan yang kedua adalah Green Canyon.

Tadinya gue pikir Green Canyon cumanlah salah satu dari wisata alam biasa. Tapi pas gue ke sana dan melihat sendiri keindahan pesona alam yang disediakan, pikiran skeptic gue langsung buyar. No wonder banyak banget wisatawan asing yang datang ke tempat yang satu ini, pertanda berita keindahan tempatnya udah tersebar melewati garis batas negara Indonesia.

Untuk dapat mencapai Green Canyon, pengunjung diharuskan mengarungi sungai selama kurang lebih 15 menit dengan menggunakan perahu yang ada. Kalau beruntung, lo bisa menemukan biawak-biawak berukuran besar di pinggir sungai yang dilewati.

Green Canyon, sesuai namanya, adalah sebuah sungai, dengan air berwarna hijau, yang membelah ngarai dimana di atasnya bertebaran pohon-pohon besar bagian dari hutan tropis. Berdasarkan observasi singkat & dangkal yang dilanjutkan dengan hipotesis pribadi, daerah hutan tropis tersebut merupakan percampuran antara daerah resapan air yang hebat ditambah sumber mata air, sehingga menghasilkan sebuah tetesan-tetesan air tiada akhir, yang menyerupai air hujan, di sepanjang Green Canyon.

Karena terhalang oleh air terjun, perahu hanya mampu membawa pengunjung sampai ke Cukang Taneuh. Untuk dapat terus menyusuri Green Canyon, pengunjung diharuskan berenang menyusuri sungai melawan arus yang deras. Adapun spot-spot yang bisa dicapai jika pengunjung berenang adalah, Batu Payung, Kolam Putri, Pancuran Mas, dan Terowongan/Gua Green Canyon. Dan karena waktu gue dateng kemarin udah tergolong sore, perjalanan gue cuman bisa mencapai Kolam Putri.
Tips: Kalau ke Green Canyon dan berniat buat menyusurinya sampai habis, gue saranin untuk datang pagi-pagi.
Yang paling seru dari tempat ini adalah cara kita kembali ke perahu. Kita, yang udah memakai pelampung, tinggal membiarkan badan kita terbawa oleh arus. Tapi mesti hati-hati juga karena kadang-kadang kaki/pantat bisa terbentur sama karang yang kasat mata.

Info harga: Sewa Perahu : IDR 70.000/perahu. 1 perahu bisa menampung sampai 6 orang. Berenang menyusuri Green Canyon : IDR 40.000/perahu (nego). Kalau hoki, dapet 'nahkoda' yang jago berenang. Jadinya dia bisa ikut berenang & nge-guide kita pas mengarungi Green Canyon.

Batu Karas
Terletak sekitar 20 km dari Green Canyon. Merupakan pantai yang berbentuk teluk. Sehingga pemandangan yang dihasilkan lebih eksotis dibandingkan Pangandaran. Karena keganasan ombaknya, Batu Karas sering dijadikan spot surfing bagi surfer-surfer lokal ataupun macanegara. Terbukti pas gue dateng ke sana, cuman rombongan gue yang satu-satunya orang pribumi.

Batu Karas cenderung sepi jika dibandingkan dengan Pangandaran. Di sana cuman ada beberapa kedai makanan sekaligus penginapan, sebuah kampung terpencil, dan yang paling menarik adalah tempat surf lesson. Sayangnya karena gue ga menginap di Batu Karas dan over budget, gue ga bisa ngambol short course itu deh. Hahaha!
Info Makanan: Nasi Goreng : IDR 10.000 - 15.000

 

Reader Comments

wuih...seru tuh kayaknya ke green canyon..
aku ada rencana april ini, jadi lagi searching tentang info biaya dan lainnya..
dan ternyata postingan ini memberikannya..

ok thanks..

boleh tau rutennya ngga



Welcome to my blog!

This blog contains everythings that blinked from my mind...

Blogger Templates by Blog Forum

Must Read This!

Ada kesalahan di dalam gadget ini

What my friend's doing?

My photo album

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from edziardo. Make your own badge here.

Blogs you might like

Blog Archive

Chatterboxxx


Free chat widget @ ShoutMix

Currently listening

Currently reading

Widget_logo

Recently watched


My bookshelf

Widget_logo

blog-indonesia.com
Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe in a reader

hit counter
code